Stase Unggulan Program Profesi Dokter

Tahap profesi dirancang untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pelayanan klinis nyata, dengan pendekatan komprehensif dan berkesinambungan terhadap kesehatan muskuloskeletal lansia. Pembelajaran klinik diarahkan untuk memperkuat kemampuan promotif, preventif, kuratif awal, rehabilitatif, serta koordinasi rujukan pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan.

1. Ilmu Penyakit Dalam

Stase ini menjadi wahana utama penguatan kompetensi klinis mahasiswa dalam pelayanan kesehatan lansia. Mahasiswa dibimbing melakukan asesmen geriatri komprehensif, mengenali sindrom geriatri, mengelola komorbiditas, serta menyusun intervensi promotif dan preventif untuk mempertahankan fungsi dan kualitas hidup lansia. Penekanan diberikan pada pencegahan komplikasi, perencanaan perawatan jangka panjang, edukasi keluarga, serta continuity of care.

2. Ilmu Penyakit Saraf

Membekali mahasiswa kemampuan mengenali, mendiagnosis, dan menatalaksana awal gangguan neurologis seperti stroke, Parkinson, neuropati perifer, dan gangguan keseimbangan yang berkaitan dengan risiko jatuh dan disabilitas. Mahasiswa juga dilatih dalam strategi pencegahan sekunder dan edukasi rehabilitasi mandiri.

3. Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Berorientasi pada pemeliharaan dan optimalisasi fungsi gerak, kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas pasien. Mahasiswa mempelajari latihan terapeutik, penggunaan alat bantu, terapi okupasi, serta strategi rehabilitatif untuk mencegah disabilitas dan meningkatkan kemandirian lansia.

4. Ilmu Bedah

Mahasiswa diperkenalkan pada tata laksana awal kasus bedah muskuloskeletal pada lansia seperti fraktur akibat jatuh, cedera sendi, dan luka akibat imobilisasi. Penekanan pada penilaian awal, stabilisasi, pertolongan pertama, serta penentuan kebutuhan rujukan secara cepat dan tepat.

5. Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fase integratif yang memadukan seluruh kompetensi kedokteran sebelum memasuki dunia kerja. Mahasiswa menerapkan layanan primer terpadu, manajemen kasus, koordinasi interprofesi, serta pengambilan keputusan klinis yang mempertimbangkan aspek klinis dan sosial pasien.

6. Kegawatdaruratan Medik

Membekali mahasiswa kemampuan menganalisis tanda kegawatdaruratan, melakukan initial assessment, serta mengimplementasikan prosedur penyelamatan jiwa dasar (ABC: Airway, Breathing, Circulation) pada kasus trauma dan kondisi akut lainnya.

7. Radiologi

Radiologi berperan dalam deteksi dini, pemantauan progresivitas, dan evaluasi risiko penyakit muskuloskeletal pada lansia. Pencitraan diagnostik mendukung intervensi preventif dan promotif sebelum terjadi disabilitas.