Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta meneguhkan keseriusannya dalam menyiapkan pendirian Fakultas Kedokteran (FK) melalui langkah-langkah yang terencana, sistematis, dan terukur. Salah satu ikhtiar strategis tersebut diwujudkan melalui Gathering Dosen Fakultas Kedokteran selama dua hari, Jumat (16/1/2026) – Sabtu (17/1/2026), sebagai bagian dari konsolidasi akademik dan pemantapan kesiapan menghadapi visitasi.
Dalam kegiatan yang digelar di Teatrikal Lt 4 Fakultas
Kedokteran, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan
Kalijaga, Prof. Dr. Istiningsih, melaporkan bahwa seluruh tahapan persiapan
pendirian Fakultas Kedokteran telah dilaksanakan secara serius dan terukur.
Berbagai aspek utama, mulai dari sumber daya manusia , pengembangan kurikulum,
hingga kesiapan sarana dan prasarana, telah dipenuhi sesuai dengan perencanaan
institusi. Hal ini menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga berada pada tingkat
kesiapan yang memadai untuk melanjutkan proses pendirian Fakultas Kedokteran.
Sejalan dengan kesiapan internal tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran merupakan salah satu prioritas nasional. Hal ini didorong oleh masih terbatasnya jumlah tenaga dokter di Indonesia dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pendirian Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dinilai sejalan dan relevan dengan kebijakan nasional.
Prof. Noorhaidi menambahkan, bangsa Indonesia saat ini juga
dihadapkan pada berbagai krisis, mulai dari krisis energi, lingkungan,
kesehatan, hingga ketahanan nasional. Kondisi tersebut menuntut penguatan
melalui pembangunan ekosistem pembelajaran yang kokoh dan berkelanjutan agar
mampu mendukung terwujudnya kebijakan nasional secara efektif.
Paparan kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai kekhasan
Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga. Fakultas ini dirancang dengan orientasi
pada pendekatan promotif dan preventif, dengan fokus unggulan pada kesehatan
geriatri, khususnya aspek muskuloskeletal.
Sebagai moderator dalam kesempatan tersebut, dr. M. Agung
Prasetya, M.KM., AIFO(K), menjelaskan bahwa penetapan kekhasan tersebut salah
satunya dilatarbelakangi oleh kondisi demografis nasional. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik, proporsi penduduk lanjut usia di Yogyakarta telah
mencapai sekitar 16 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang
mencapai 12 persen, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam layanan
kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut bertindak sebagai narasumber, Dokter
Spesialis Saraf, Dr. dr, Yudiyanta, Sp.N., Subsp.N.N(K), memaparkan kurikulum
dan keilmuan penyakit muskuloskeletal. Narasumber lainnya Adalah Dokter
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD.,
K-GER., menyoroti pendekatan promotif dan preventif dalam kesehatan
lansia.
Kedua paparan tersebut menjadi sangat relevan dan penting dalam
kegiatan ini, karena berfungsi sebagai ruang penyamaan persepsi dan penguatan
kapasitas akademik bagi para calon dosen.
Paparan mengenai keilmuan penyakit muskuloskeletal memberikan
fondasi klinis yang esensial, sementara penekanan pada pendekatan promotif dan
preventif dalam kesehatan lansia memperkaya perspektif kedokteran berbasis
pencegahan. Keduanya saling melengkapi dalam membekali calon dosen agar mampu
mengembangkan kurikulum dan strategi pembelajaran yang integratif, berbasis
kompetensi, serta selaras dengan kekhasan dan visi keilmuan Fakultas Kedokteran
UIN Sunan Kalijaga.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan tour sarana dan
prasarana Fakultas Kedokteran. Fasilitas yang ditinjau meliputi ruang
perkuliahan, ruang dosen, serta sejumlah laboratorium, antara lain laboratorium
anatomi, biokimia, patologi klinik, mikrobiologi dan parasitologi, fisiologi,
histologi, biomolekuler, farmakologi, dan lain sebagainya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen dan kesiapan
institusional UIN Sunan Kalijaga dalam memastikan terpenuhinya standar akademik
dan kelayakan sarana prasarana, sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan
visitasi pendirian Fakultas Kedokteran.(humassk)